6 Cara Budidaya Nilam Yang Tepat dan Menghasilkan

Nilam, ( Pogostemon cablin ), aromatik tanaman berbunga dari keluarga mint (Lamiaceae), daun yang merupakan sumber dari minyak esensial yang digunakan sebagai wewangian di parfum , kosmetik, dan dupa . Nilam adalah tanaman asli Asia tropis, di mana ia dibudidayakan secara luas dan telah digunakan selama berabad-abad sebagai minyak atsiri.

Cara Budidaya Nilam

Maka dari itu, baca panduan berikut mengenai cara budidaya Nilam, agar anda dapat memaksimalkan potensi pendapatan yang tinggi.


Syarat Tumbuh Tanaman Nilam

Sebelum lebih jauh mengulas mengenai cara budidaya nilam, lebih dulu petani harus ketahui dan pahami persyaratan tumbuh tanaman nilam. Persyaratan tumbuh tanaman nilam ini mencakup cuaca dan media tanah.

Cuaca

Apabila ingin mulai membudidayakan tanaman nilam, cuaca jadi salah satunya aspek yang perlu jadi perhatian. Temperatur yang dianjurkan untuk tanaman nilam ialah kira-kira 27 °C, lalu temperatur minimalnya kira-kira 18-21 °C dan temperatur maksimumnya ialah sekitar 32 °C.

Selanjutnya, curah hujan yang pas untuk perkembangan tanaman nilam bagusnya ialah wilayah dengan curah hujan optimal 3.500 mm dan minimalnya 2.000 mm /tahunnya.

Dengan curah hujan berjumlah demikian, karena itu tanaman nilam ini seharusnya ditanam pada wilayah dataran rendah dengan tingkat ketinggian kira-kira 200-600 mdpl.

Media Tanah

jenis tanah yang bisa dijadikan sebagai tempat budidaya tanaman nilam biasanya sejenis aluvial, latosol merah, dan regosol. Beberapa jenis ini dapat diketemukan pada tanah tegalan, tanah yang dipakai sebagai tempat persawahan, dan tempat rimba yang baru dibuka.

Dengan memerhatikan beberapa jenis diatas, tanaman nilam tidak jauh berbeda dengan tanaman yang lain yang mana memerlukan tanah yang memiliki kandungan banyak zat hara dan bahan organik. 

Kandungan yang semacam ini biasanya diketemukan pada tanah gembur memiliki tekstur lempung berpasir atau berdebu.

Kandungan air pada tanah juga jangan dilupakan. Tanah yang tidak memiliki kandungan drainase yang baik sudah pasti tidak dapat jadikan tanaman tumbuh lebih subur.

Untuk derajat keasaman tanah, nilai yang diperlukan ialah kira-kira 6-7. Maka dari itu, jika tanah tempat budidaya tanaman nilam tidak sampai nilai itu, maka tanah harus diberi kapur pertanian.

6 Cara Budidaya Nilam agar menghasilkan minyak yg Banyak

Besarnya faedah dan kesempatan ekonomi dari tanaman nilam, minimal mewajibkan pembudidayaan tanaman ini harus sukses dengan tepat.

Untuk memperoleh hasil budidaya yang baik, maka petani disarankan untuk mengikuti cara menaman nilam yang tepat agar pertumbuhannya sesuai rencana.

Cara budidaya nilam diawali pada pembibitan, penyemaian, persiapan tempat tanam, penanaman, perawatan, sampai proses panen tanaman nilam.

1. Pembibitan Tanaman Nilam

Untuk dapat memperoleh bibit tanaman nilam, petani yang bakal membudidayakannya dapat membeli dari tempat budidaya nilam yang lain.

Bibit tanaman nilam biasanya didapat melalui langkah vegetatif yang mana area cabang dari tanaman nilam harus dipotong lebih dahulu.

Memilah area cabangnya juga tidak dapat dikerjakan dengan asal-asalan. Minimal ada banyak persyaratan yang perlu dipenuhi, seperti tanaman induk yang diambil cabangnya ialah tanaman yang sehat dan berumur lebih kurang 6-12 bulan.

Pemangkasan cabang harus dilaksanakan pada pagi hari dengan memilah cabang muda berbahan kayu beruas pendek. Ukuran ialah kira-kira 30 cm dan harus disegera untuk disemai agar tanaman tidak layu.

2. Penyemaian Tanaman Nilam

Sebelum lakukan penanaman di tempat yang lebih luas, tanaman nilam baiknya disemai dahulu. Arah dari penyemaian ini dilakukan agar menghindari matinya stek bibit dan untuk mempermudah perkembangan akar tanaman.

Dalam penyemaian tanaman nilam, beberapa petani dapat memakai dua langkah semai yakni penyemaian langsung di bedengan dan penyemaian di polybag.

Penyemaian di Bedengan

Untuk penyemaian di bedengan, yang perlu dipersiapkan pertama kalinya adalah menggemburkan tanah. 

Selanjutnya, membuat bedengan dengan lebar dari 80 sampai 120 cm, panjang disamakan sama ukuran tempat, dan tingginya sekitar 30 cm. Pada area permukaan bedengan, janganlah lupa untuk memberi pupuk kandang.

Jarak untuk tiap penyemaian diusahaan seputar 10 cm dan lebih bagus dilaksanakan ketika sore hari. Ketika umur penyemaian capai tiga minggu, tunas dari tanaman nilam mulai akan sedikit demi sedikit tumbuh. Kemudian, saat umur 4 atau 5 minggu, akar dari tanaman nilam mulai tumbuh.

Penyemaian di Polybag

Pertama, untuk mengawali semai di polybag, polybag dilubangi dahulu dengan arah supaya tanaman nanti dapat mendapatkan perputaran yang baik. Kemudian, masukan tanah yang telah digabung dengan pupuk kandang dalam jumlah perbedaan 2:1.

Tidak berbeda jauh apabila disemai di bedengan, tanaman nilam yang disemai di polybag akan tumbuh tunas ketika umur tiga minggu dan tumbuh akar pada umur empat minggu.

Ketika akar dan tunas mulai timbul, maka tanaman siap untuk dipindah ke tempat tanam yang sebenarnya.

3. Penyiapan Media Tanam

Sebelum tanaman siap untuk dipindah ke lahan, maka tempat harus diolah melalui langkah dicangkul sedalam 30 cm. Proses ini harusnya dilaksanakan 1 atau dua bulan sebelum periode tanam.

Pengolahan tanah melalui langkah dicangkul atau dibajak ini tentu saja bermanfaat agar tanah lebih subur, gembur, dan terlepas dari gulma.

Setelah tanah digemburkan, pengerjaan bedengan dapat dilaksanakan dengan ukuran lebar 1,5 mtr. dan tinggi 30 cm. Sementara itu, panjang tanah selalu sesuaikan ukuran tempat dan jarak antar bedengan dapat dibuat kira-kira 50 cm.

Apabila bedengan telah dibentuk, dilanjut dengan mencangkul bedengan untuk ke-2 kalinya. Pada proses mencangkul yang ke-2 ini, diimbangi dengan pemberian pupuk kandang dalam jumlah yang tergantung pada luasnya tempat. 

Barulah ketika saat mendekati periode tanam, lubang tanam harus dibuat dalam jarak antar lubang kira-kira 40-50 cm.

4. Penanaman Tanaman Nilam

Saat yang pas dan dianjurkan dalam menanam tanaman nilam ialah pada musim hujan. Pada tiap lubang tanam yang sudah dipersiapkan, upayakan isi dengan 1 atau 2 stek.

Penanaman tanaman nilam dapat dilaksanakan secara monokultural atau tumpangsari. Penanaman monokultur dikatakan sebagai proses tanam yang hanya mengikutsertakan satu macam tanaman saja. Sedang, penanaman tumpang sari mengikutsertakan lebih satu macam tanaman pada sebuah tempat.

Untuk tiap jarak tanam nilam, ada ketidaksamaan jarak pada jenis tanah yang tidak sama. Tanah pada dataran rendah yang gembur, jarak yang diwajibkan sebesar 50 x 100 cm.

Selanjutnya, pada tanah lipatit atau tanah liat, jaraknya ialah kira-kira 75 cm. Pada tanah berbukit, jaraknya kira-kira 30 x 100 cm atau 50 x 100 cm.

5. Cara perawatan Nilam agar Menghasilkan Minyak yg Banyak

Cara perawatan tanaman nilam dapat dilakukan dengan bermacam langkah dimulai dari penyulaman, penyiraman, penyiangan, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Penyulaman

Proses penyulaman pada tanaman nilam dilaksanakan dengan menggantikan tanaman nilam yang tumbuh layu atau kurang sehat dengan tanaman lain.

Penyulaman umumnya dilaksanakan ketika umur tanaman tiga minggu. Jika dilaksanakan pada umur yang melewati tiga minggu, maka ditakutkan jika perkembangan tanaman nilam tidak seragam.

Pengairan

Tanaman nilam adalah tanaman yang memerlukan pengairan yang cukup. Maka cara menaman nilam di musim kemarau harus melakukan pengairan pada tanaman dan itu harus diprioritaskan.

Proses pengairan pada tanaman nilam dapat diberi melalui sela-sela bedengan. Tetapi, pengairan jangan dilakukan terlalu banyak apa lagi sampai air menggenang. Ini nanti akan menghalangi perkembangan tanaman nilam.

Penyiangan

Penyiangan dilaksanakan untuk memberantas gulma atau tanaman yang mengusik tanaman nilam. Proses penyiangan lebih bagus dilaksanakan secara teratur sebelum pemupukan.

Misalkan pada waktu umur tanaman 1 bulan, tiga bulan, atau lima bulan. Penyiangan ini penting untuk dilaksanakan agar tanaman gulma yang tumbuh di sekitar tanaman nilam tidak menghalangi perkembangan tanaman nilam.

Pemupukan

Pemupukan pada tanaman nilam diberikan secara bertahap yakni pemupukan dasar dan pemupukan susulan. Pemupukan dasar diberi pada bedengan dua minggu sebelum periode tanam sekitar 10 ton per hektarnya.

Pada pemupukan susulan, pupuk diberi ketika umur tanaman 1, 2, tiga bulan, dan setelah panen. Pupuk untuk tanaman NILAM yang disarankan yaitu Urea, ZA, TSP, dan KCl.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Macam hama yang serang tanaman nilam dapat disebutkan cukup bervariatif salah satunya tungau merah, belalang, ulat pemakan daun, ulat penggulung daun, dan nematoda.

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Nilam Dalam pengatasan hama, sanitasi lingkungan tanam dan pengolahan tempat atau tanah yang baik benar-benar dianjurkan. 

Pada tanaman yang terkena nematoda, pengendaliannya dilaksanakan dengan memberi pupuk urea, NPK, dan TSP tiap bulan, pemberian pupuk kandang, dan pengendalian secara hayati.

Setelah itu, jenis penyakit yang seringkali serang tanaman nilam berwujud penyakit budog atau kusta, penyakit kuning, dan penyakit layu.

Dalam mengendalikan beberapa penyakit itu, pemakaian insektisida dan pestisida menjadi salah satunya usaha alternative. Tetapi, tidak hanya itu dapat dilakukan pemakaian musuh alami, mulsa, pupuk organik, atau pestisida nabati.

6. Cara Panen Nilam

Proses panen tanaman nilam disarankan dilaksanakan pada sore dan pagi hari. Alasan mengapa proses panen dilaksanakan pada waktu itu untuk menghindari keadaan daun yang layu dan tidak lentur hingga hasil minyak tidak berkurang.

Tanaman yang dapat dipanen ialah tanaman yang telah berumur enam bulan. Selanjutnya, panen dapat dilaksanakan secara teratur empat bulan sekali sampai umur tanaman capai tiga tahun.

Dalam soal memanen, alat yang dapat dipakai berupa sabit. Tanaman jangan disabit ludes dan harus tersisa 15 cm dan satu cabang tanaman.

Demikian teknik atau cara budidaya nilam dimulai dari proses pembibitan sampai proses panen. Ingat tanaman nilam masih punya hasil produksi yang sedikit, budidaya tanaman ini benar-benar disarankan untuk dilakukan.

Ditambahkan lagi, dengan harga nilam yang sangat tinggi, membudidayakan tanaman penghasil minyak atsiri akan mendatangkan keuntungan yang banyak.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel