Pelaksanaan Audit Internal Puskesmas yang Tepat

Pengendalian mutu didefinisikan sebagai suatu sistem verifikasi dan penjagaan suatu tingkatan mutu produk atau proses sesuai dengan yang dikehendaki dengan cara perencanaan yang seksama, pemakaian peralatan yang sesuai, inspeksi yang terus-menerus serta tindakan korektif bilamana diperlukan. Upaya pengendalian mutu yang harus diterapkan di Puskesmas/FKTP sesuai dengan Standar Akreditasi Puskesmas/FKTP adalah antara lain dengan Audit internal puskesmas dan Tinjauan Manajemen, disamping pelaksanaan Pengukuran Kepuasan Pelanggan dan mekanisme umpan balik pelanggan.
Pelaksanaan Audit Internal Puskesmas yang Tepat

Pelaksanaan Audit Internal Puskesmas yang Tepat

Internal Audit merupakan salah satu mekanisme untuk menilai kinerja puskesmas/FKTP yang dilakukan oleh tim audit internal yang dibentuk oleh Kepala Puskesmas berdasarkan standar/kriteria/target yang ditetapkan.

Internal Audit merupakan kegiatan mengumpulkan informasi faktual dan signifikan melalui interaksi secara sistematis (pemeriksaan, pengukuran dan penilaian yang berujung pada penarikan kesimpulan), objektif dan terdokumentasi yang berorientasi pada azas penggalian nilai atau manfaat dengan cara membandingkan antar standar yang telah disepakati bersama dengan apa yang dilaksanakan/diterapkan di lapangan.

Pada dasarnya audit dilakukan dengan tujuan untuk membantu manajemen dalam upaya meningkatkan mutu atau kinerja organisasi dalam upaya mencapai visi, misi dan tujuan organisasi. Audit internal merupakan salah satu mekanisme pengawasan dan pengendalian internal untuk manajemen puskesmas.

Persyaratan pelaksanaan Internal Audit :
  1. Dilaksanakan secara berulang, minimal 2 kali dalam setahun atau selambat-lambatnya 6 bulan sekali untuk setiap unit pelayanan yang diaudit, sesuai jadwal audit tahunan
  2. Pelaksana Internal Audit, harus memiliki kompetensi sebagai Internal Auditor
  3. Tidak boleh mengaudit proses yang dilakukan oleh yang bersangkutan, dengan kata lain harus “cross function”
  4. Pelaksanaan Audit Internal meliputi seluruh unit pelayanan, yaitu Administrasi Manajemen, Upaya Kesehatan Masyarakat (untuk Puskesmas) dan Upaya Kesehatan Perorangan
  5. Tersedia Form Perencanaan Audit (audit plan), jadwal audit, instrument audit, Form Bukti Pelaksanaan Audit dan rencana tindak lanjut audit yang sudah disepakati bersama antara auditor dengan auditee
  6. Memastikan hasil Internal Audit disosialisasikan dan kemudian ditindak lanjuti
  7. Internal Auditor harus memastikan semua temuan audit sudah ditindaklanjuti
Itulah Pelaksanaan Audit Internal Puskesmas yang Tepat, semoga bermanfaat

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pelaksanaan Audit Internal Puskesmas yang Tepat"

Posting Komentar

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan topik pembahasan...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel