Mari Mengenal Parakang, Makhluk Jadi-Jadian yang menyeramkan

Bagi orang bugis - makassar, parakang itu makhluk jadi-jadian sangat viral dari kalangan manusia. Meskipun isu parakang ini masih menjadi mesteri karena kebenarannya masih samar-samar. Sudah banyak memang orang tua terdahulu yang pernah melihat parakang ini. Kemudian menjadi cerita mistis turun-temurun dari anak cucunya hingga kini.
Ada banyak cerita mengenai bentuk yang bisa berwujud apa saja. Mulai dari kucing, manusia berambut gondrong namun wajah tak kelihatan, juga manusia tak berkaki namun lagi-lagi wajah tak Nampak, dan masih banyak lagi pengakuan dari masyarakat wujud dari parakang ini.

Di kampung sendiri, masyarakat menyakini bahwa makhluk jadi-jadian ini bisa menjadi ancaman yang tak Nampak. Tradisi masyarakat jika ada anggota keluarga yang sakit keras harus dijaga di malam hari, karena mereka percaya parakang bisa berbentuk apa saja. Apalagi dulu pada tahun 2000-an terdapat cerita seoorang yang sakit keras di kerumunin parakang berwujud kucing. Makhluk mistis ini tak segan-segan membunuh korban, baik dalam keadaan sakit maupun sehat sekalipun. Ngeri bukan.

Lalu seperti apa kisah parakang ini di masyarakat? Kenapa bisa ada? berikut ini pembahasannya.

Mencari Ilmu kekayaan namun gagal dan berimbas ke diri sendiri

Kepercayaan ini diyakini benar adanya, dalam film pun banyak orang mencari ilmu kekayaan secara instan namun gagal dalam tahapan yang dilakoni karena terlalu berat. Ritual ini tentu saja memiliki banyak syarat-syarat yang mesti diselesaikan, jika gagal ilmu tersebut akan menempel di tubuh, dan berubahlah menjadi makhluk jadi-jadian.
Keturunan parakang
Inilah resiko yang harus diterima mencari ilmu kekayaan secara instan, jika hanya setengah-setengah menjalani syarat ritual yang diberikan sipemberi ilmu hitam, lebih tidak mundur dan mencari pekerjaan lain yang halal saja, karena keberkahan akan lebih bermanfaat kepada diri sendiri dan keluarga. Selain itu, menurut cerita masyarakat, darah parakang ini bisa diturunkan kepada anak cucunya kelak. Keturunan parakang ini benar-benar tak mengetahui apa mereka rasakan. Ya Allah ngeri sekali. 

Wujud Parakang

Parakang ini manusia biasa disaat normal. Tidak ada tanda lain dalam interaksinya dalam masyarakat. Tapi, menurut masyarakat saat berubah jadi parakang berubah jadi bebek, mata merah menyala terlihat seram, lidah yang sangat panjang, kulitnya keras dan tebal, kukunya yang sangat panjang dan tajam.

Apalagi jika parakang ini ada yang tidak ia sukai, ia akan selalu mengganggu orang tersebut. Cerita mistis ini sangat terkenal di masyarakat karena waktu berubah jadi parakang tak mengenal waktu. Inilah yang sering di takutkan masyarakat saat ada orang yang sakit keras. Wujudnya bisa berubah jadi kucing dan makhluk kecil lainnya sehingga sangat sulit di identifikasi.

Namun, tetap saja masih ada masyarakat yang bisa mengenali dan membedakan bentuk kucing betulan dan kucing jadi-jadian. Kucing atau makhluk apa saja jika itu parakang, bagian kaki belakang terlihat lebih panjang dan saat jalan akan terlihat menunduk bagian depan. Dan adapula cerita yang mengatakan saat menyerupai pohon rantingnya hanya terdapat dua bagian karena bentuknya menyerupai tangan manusia.

Siapa korban yang diincar parakang?

Inilah yang harus diketahui dari kita semua yang belum mengetahui, parakang mengincar orang sakit keras itu tujuannya untuk menghisap organ dalam seperti, hati, usus, dan sebagainya. Jika korban sudah meninggal masyakat menyakini dan pernah menyaksikan, parakang ini dalam keadaan telanjang menjilat air yang di mandikan ke orang yang sudah meninggal.

Tidak hanya itu, anak-anak dan orang tua yang sakit serta ibu hamil kadang didatangi dengan menjadi tamu. Jadi masyarakat yang keluarganya sakit keras, memberi orang sakit tersebut air minum yang sudah dibacakan pengusir makhluk jadi-jadian. Air tersebut orang Makassar menyebutnya “Pannyongka”. Air penangkal makhlus mistis ini sangat ampuh mengusir parakang, bahkan bisa membuat gelisah diantara kerumunan orang yang berkunjung ke orang yang sakit keras.

Cara mengalahkan parakang

Sekali lagi, ini hanya cerita masyarakat bisa dan tidak harus dipercaya, namun untuk berjaga-jaga kita harus mengetahui cara mengalahkan parakang tersebut. Parakang ternyata makhluk yang tak sempurna, seperti saat ia normal seperti manusia biasa. Konon, parakang ini akan menghilang saat ia dipukul sebanyak satu kali. Tapi jika dipukul berkali-kali sama sekali tidak berpengaruh.

Cerita ini telah dibenarkan oleh orang tua terdahulu, pernah memukul parakang sekali satu kali. Keesokan harinya jasad parakang akan meninggal tanpa terdengar gejala sakit yang diderita. Masyarakat meyakini bahwa parakang hanya jiwanya yang berkeliling mencari mangsa, tapi jasadnya berada dirumahya sendirian. Itulah kenapa saat dipukul sekali bisa membuatnya kesakita dan meninggal.

Doa terhindar dari parakang dan kejahatan manusia

Doa ini bisa kita baca agar terhindar dari setan jin, termasuk parakang itu sendiri yang membawa kesesatan kepada umat manusia. Doa ini 

Keberadaan Jin dan setan terdapat dalam Surah Al Jinn ayat 6.

Arab: وَّاَنَّهٗ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْاِنْسِ يَعُوْذُوْنَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوْهُمْ رَهَقًاۖ 

Latin: wa annahụ kāna rijālum minal-insi ya'ụżụna birijālim minal-jinni fa zādụhum rahaqā

Artinya: dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.

Berikut ayat pengusir setan dan jin:

1. Kalimat Audzubillah

Doa mengusir setan dari rumah bisa dengan mengucap kalimat Audzubillah.

Arab: أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِِ

Latin: A'uudzubillaah himinas syaitoon nirrojiim
Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

2. Ayat Kursi

Selain mengisahkan keagungan Allah SWT, Ayat Kursi yang terdapat dalam Surat Al Baqarah juga bisa digunakan sebagai ayat pengusir setan

Arab: اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Latin: allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm

Artinya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.

3. Al Falaq

Arab: قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

Latin: qul a'ụżu birabbil-falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri gāsiqin iżā waqab. Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad. Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad.

Artinya: Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.'

4. An Nas

Arab: قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ مَلِكِ النَّاسِۙ اِلٰهِ النَّاسِۙ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Latin: qul a'ụżu birabbin-nās. Maikin-nās. Ilāhin-nās. Min syarril-waswāsil-khannās. Allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās. Minal-jinnati wan-nās.

Artinya: Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,

Raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia."

Kesimpulan

Saya tetap akan berbicara ini sebagai cerita mistis yang masih meragukan kebenarannya. Namun saya akan tetap mengatakan menurut cerita yang dengar, setiap sore hari parakang ini akan mengelilingi tujuh desa. Bukan jasadnya yang berkeliling tapi jiwanya. Entah apa sebenarnya tujuan dari rutinitas ini. Saya belum sempat bertanya kepada orang tua yang memang pernah mengalami hal ini.

Kemudian, ilmu parakang ini akan tetap terjaga dan tak akan pernah hilang. Karena saat mereka akan meninggal, ilmu parakang mereka akan diturunkan pada sesoorang. Jika tidak, kematiannya begitu sangat menyengsarakan. Inilah yang akan tetap membuat ilmu parakang dan parakang itu sendiri akan tetap ada sampai dunia berakhir.

Catatan: Jika tulisan ini ada yang kurang tolong dikoreksi, dan ditambah jika anda punya cerita lain mengenai parakang ini. Silahkan berkomentar.

0 Response to "Mari Mengenal Parakang, Makhluk Jadi-Jadian yang menyeramkan"

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan topik pembahasan...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel