guLRBJQPyCuSYRPqZdMMydRcpFvlejuB8nl2ZXCO

cara mengatasi bullying di sekolah serta penyebab, ciri, jenis, dan dampak dll

Berawal dari perilaku kasar di lingkup sekolah hingga tidak menghargai teman sekelas di media sosial, bullying seperti ini adalah masalah luas yang dapat memengaruhi kesehatan mental dan emosional anak.

Orang tua dan anak harus berani melaporkan insiden bullying. Sebagai orang tua maupun anak perilaku bullying ini merupakan masalah nyata di lingkungan sekolah. Peran orang tua merupakan kunci utama mengidentifikasi perubahan perilaku pada anak-anak mereka.

Pada artikel ini, kita akan belajar mengenai apa itu bullying dan bagaimana cara mengatasi bullying di sekolah serta penyebab, ciri, jenis, dan dampak yang ditimbulkan.

Apa itu Bullying?

Bullying adalah
Bullying adalah perilaku berulang yang dimaksudkan untuk melukai seseorang baik secara emosional maupun fisik. Bullying dapat berupa kata-kata yang diucapkan, kekerasan fisik, emosi, atau lewat media sosial.

Cyberbullying adalah intimidasi melalui media eletronik, seperti ponsel, tablet, dan komputer. Penindasan dapat terjadi di sekolah, di rumah dan di tempat kerja. Perilaku demikian dapat menyebabkan ketidakbahagiaan dan membahayakan kesehatan fisik dan mental, baik pada saat itu juga dan bisa berdampak buruk bagi masa depan orang yang diBullying.

Penting untuk melaporkan kasus Bullying kepada seseorang yang berwenang, sehingga bisa dihentikan sebelum menyebabkan dampak negatif. Orang tua harus ingat bahwa pelaku bullying dan anak yang dibullying sama-sama memerlukan bantuan.

Apa Penyebab Bullying dari sisi pelaku?

Anak-anak dapat menjadi pengganggu karena beberapa alasan. Terkadang perilaku tersebut muncul dengan ekspresi kemarahan atau frustrasi karena masalah yang mereka miliki, seperti masalah di rumah.

Ini merupakan hasil dari pola asuh orangtua yang buruk. Beberapa anak belum diajari untuk peka atau peduli dengan perasaan orang lain. Game atau film yang penuh kekerasan dapat memengaruhi perilaku sebagian orang dan membuat mereka cenderung menjadi pengganggu.

Baca Juga8 Hal penting yang harus diajarkan setiap ayah kepada putranya untuk menjadi pria sejati

Bagi beberapa pelaku bullying hal demikian mereka lakukan untuk mencari perhatian. Karena di rumah tidak mendapatkan perawatan dan perhatian yang cukup dari orangtua. Sehingga perilaku di sekolah diterapkan dengan tidak menghargai orang lain, dan bertindak sesuka hati untuk mencari kenyamanan tersendiri.

Apa Penyebab Bullying dari sisi korban?

Orang mungkin sering bertanya, mengapa bullying sering terjadi di sekolah? Siapa pun bisa menjadi korban bullying. Itu karena anak-anak yang dianggap "berbeda" atau lebih lemah dalam beberapa hal sehingga cenderung diganggu. Termasuk:
  • Kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan
  • Ras, jenis kelamin, atau agama yang berbeda
  • Memiliki kelainan seksual yang berbeda
  • Memiliki cacat, cacat fisik atau cacat dalam belajar
  • Memiliki penampilan yang berbeda
  • Memiliki nama yang tidak biasa.

Ciri-ciri pelaku Bullying?

Pelaku bullying dapat diidentifikasi dengan ciri-ciri perilaku berikut:
  • Merasa senang saat mengganggu orang lain dengan cara mengertak, memukul dll
  • Merasa berkuasa atas korban dan siapapun
  • Tidak pernah bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan.
  • Emosional yang tidak dapat dipahami seperti tidak merasa bersalah, tidak menyesal, tidak berempati dan tidak punya belas kasih.
Harus dipahami bahwa tidak semua pelaku bullying sama perilakunya kepada orang lain, ada juga perilaku yang sifatnya seperti sundal bolong. Baik di depan tetapi dibelakang sering menceritakan keburukan teman sendiri.

4 jenis-jenis bullying yang harus diperhatikan

  1. Bullying Verbal dan tertulis seperti panggilan nama, komentar negatif, intimidasi, dan SMS yang mengancam atau membuat malu.
  2. Bullying Fisik seperti menabrak, menggaruk, memanggul, memukul, tersandung, menggigit, memutar mata atau menunjukkan tanda-tanda sugestif.
  3. Bullying Sosial seperti mengungkapkan informasi pribadi, manipulasi anak dengan maksud untuk dipermalukan atau dikecualikan dari kelompok, dan 
  4. Cyberbullying seperti mengintimidasi atau melecehkan anak menggunakan platform digital seperti jejaring sosial (Facebook, Instagram, Twetter, dll).

Apa Dampak Bullying?

Ada beberapa dampak atau efek samping bullying yang harus diwaspadai, diantaranya:
  • Absensi dan takut bersekolah,
  • Merasa rendah diri,
  • Masalah harga diri,
  • Merasa kesepian,
  • Isolasi sosial,
  • Masalah emosional,
  • Masalah komunikasi,
  • Depresi,
  • Beberapa korban bunuh diri,
  • Melanggar aturan, pola perilaku anti-sosial, dan
  • Risiko perilaku kriminal nanti.

Contoh Kasus Bullying di Sekolah

Berikut 2 kasus contoh bullying di sekolah yang perlu guru dan orangtua identifikasi:
  1. Setiap hari, Ardi yang berusia 8 tahun meminta uang makan siang kepada ibunya lebih banyak. Namun dia terlihat tampak lebih kurus dari sebelumnya dan pulang dari sekolah dalam keadaan lapar. Ternyata Ardi menyerahkan uang makan siangnya kepada siswa kelas lima, yang mengancam akan memukulinya jika dia tidak memberinya uang.
  1. Kayla, berusia 12 tahun, berpikir kesehariannya di sekolah berjalan baik pada saat baru masuk sekolah, karena semua kakak kelas yang populer di sekolah itu bersikap baik padanya. Tetapi kemudian dia mengetahui bahwa salah satu dari mereka telah memposting desas-desus tentang dirinya. Kayla menangis sampai tertidur malam itu, dia merasa malu pada teman-teman kelasnya hingga memutuskan untuk menghindari gadis-gadis di ruang belajar.
Sayangnya, kasus bullying yang dialami Ardi dan Kayla tersebar luas. Sehingga guru dan teman-teman yang mendukung mereka merasa marah akan perlakuan pelaku.

Cara mengatasi Bullying di Sekolah

Ada beberapa langkah-langkah yang bisa di pedomani guru maupun orangtua dalam mengatasi bullying di sekolah. Berikut ini:

Guru harus membuat aturan yang ketat terkait bullying

Saat bullying telah diidentifikasi, sangat penting mengatasi bullying di sekolah sesegera mungkin di lingkungan sekolah dengan solusi yang tepat dan diimplementasikan.

Pihak sekolah wajib menangani masalah ini sesuai dengan kode etik, dan campur tangan yang tepat untuk mendukung korban dan mengubah perilaku pelakunya.

Guru dapat menggunakan langkah-langkah berikut untuk mengatasi bullying:
  • Berikan aturan yang jelas untuk perilaku yang dapat diterima.
  • Buat aturan kelas yang menyatakan bahwa bullying tidak dapat diterima.
  • Semua peserta didik yang bersalah atas tindakan bullying harus dipanggil untuk bertanggung jawab. Aturan ini sebagai pesan yang jelas bahwa bullying tidak akan ditoleransi.
  • Semua siswa yang mendapat perilaku bullying harus melapor pada guru agar bisa ditindaklanjuti.

Orangtua harus Berbicara dengan anak tentang bullying

Jika anak mengalami bullying, salah satu cara terbaik untuk mengatasi bullying di sekolah adalah mendengarkan dan berbicara tentang intimidasi yang diterima. Ini merupakan cara yang baik untuk mencari tahu lebih banyak informasi sebelum berbicara dengan guru tentang hal tersebut. Berikut ini langkah-langkahnya:
  • Dengarkan: berikan anak perhatian penuh dan pertimbangkan untuk berbicara di tempat yang sunyi. Ajukan pertanyaan sederhana kepada anak, lalu dengarkan jawabannya. Coba katakan hal-hal seperti, 'Jadi apa yang terjadi selanjutnya?' dan 'Apa yang kamu lakukan?'
  • Tetap tenang: ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kepada anak cara mengatasi masalah. Jika Anda merasa marah atau cemas, tunggulah sampai Anda merasa tenang sebelum mendiskusikan situasi dengan anak atau dengan orang lain.
  • Ringkas masalahnya: Anda bisa mengatakan sesuatu seperti, 'Jadi waktu kamu duduk sendiri saat makan siang. Lalu pelaku datang dan mengambil kotak makan siangmu dan melemparkannya ke taman bermain'.
  • Biarkan anak merasa kesal dan sedih karena itu adalah normal: bantu anak untuk memahami bahwa perasaannya normal. Misalnya, 'Tidak heran jika anak merasa sangat sedih tentang hal ini'.
  • Pastikan anak tahu itu bukan kesalahannya: anda harus memberitahu anak bahwa semua yang terjadi padanya bukan karena kesalahannya. Itu murni kesalahan pelaku yang suka mengganggu.

Bagaimana jika perilaku Bullying tidak tidak berhenti?

Jika cara mengatasi bullying di sekolah tidak mempan setelah penerapan aturan yang telah dibuat. Maka perlu adanya langkah tindak lanjut yang dapat di ambil untuk mengatasi bullying berikut ini:
  • Catat kronologi terjadinya bullying. Jika bullying melibatkan kerusakan fisik atau kerusakan pada barang-barang siswa, harus di foto sebagai bukti. Jika itu melibatkan cyberbullying, ambil screenshoot dari postingan media sosial atau pesan teks yang dikirim.
  • Tulis catatan kepada wali kelas yang berbunyi bahwa bullying masih terjadi. Minta untuk segera ditangani secara tertulis.
  • Bicarakan dengan kepala sekolah agar secepatnya ditindaklanjuti.
  • Minta pertemuan untuk membahas masalah ini dengan dewan sekolah.
Jika anak masih mendapat perilaku bullying dan merasa bahwa sekolah tidak mampu memberi solusi untuk menghentikannya, Anda mungkin perlu mempertimbangkan untuk mencari sekolah lain dengan catatan sekolah tersebut punya aturan yang lebih baik dalam menangani bullying

Jika perilaku bullying secara ekstrem, ada baiknya untuk mencari bantuan di luar sekolah. dengan mempertimbangkan beberapa opsi berikut:
  • Cari bantuan hukum.
  • Melapor ke polisi.
  • Hubungi menteri pendidikan atau ombudsman untuk mengajukan keluhan.

Dukungan kepada korban untuk mengatasi bullying

Dukungan harus diberikan kepada korban bullying agar dapat meringankan bebannya, dukungan diberikan melalui:
  • Melindungi mereka dari penindasan lebih lanjut,
  • Membantu mereka untuk memahami tindakan pelaku bullying, yang akan memungkinkan mereka untuk tidak mencari penyebab perilaku pelaku bullying itu sendiri,
  • Melibatkan mereka dalam permainan terapi edukasi agar mereka dapat mengekspresikan perasaan mereka melalui menggambar, menulis, dan drama,
  • Melibatkan mereka dalam kelompok pendukung yang terdiri dari korban lain, dan
  • Menghubungkan mereka dengan kelompok teman yang berbeda yang akan bertindak dalam mendukung.

cyber bullying 

Jika anak memiliki ponsel, mereka berisiko mengalami cyber bullying. Intimidasi dapat terjadi melalui jejaring sosial, SMS, atau email. Anda dapat mendukung anak dengan menggunakan cara mengatasi bullying di sekolah berikut ini:
  • Jangan merespons. Jika seseorang menggertak, ingatlah bahwa reaksi Anda biasa disukai bila seperti yang diinginkan pelaku bullying
  • Jangan membalas. Menanggapi ancaman serupa memperkuat perilaku pelaku bullying
  • Simpan buktinya. Simpan pesan pelaku dan ditunjukkan kepada seseorang yang dapat membantu. Simpan bukti kalau bullying bertambah buruk.
  • Blokir pelaku bullying. Gunakan pengaturan preferensi media sosial atau hubungi pihak berwenang untuk memblokir pengganggu online.
  • Cari bantuan. Anda perlu meminta bantuan pada orang dewasa yang tepercaya dapat memberikan dukungan.

Dukungan untuk pelaku bullying

Untuk mengatasi bullying di sekolah, kita perlu melakukan pendekatan kepada pelaku. Penting untuk diingat bahwa pelaku bullying sering datang dari latar belakang di mana terdapat rasa tidak aman, keterlibatan orangtua yang sedikit, dan ketidakkonsistenan dalam tindakan orangtua. 

Pelaku sering dikenai hukuman fisik dan ledakan emosi dari orangtua. Sebelum konseling formal diperlukan, pelaku bullying harus menyadari bahwa perilakunya akan selalu memiliki konsekuensi negatif hingga perilakunya berubah.

Sekian pembahasan tentang apa itu bullying dan bagaimana cara mengatasi bullying di sekolah serta penyebab, ciri, jenis, dan dampak yang ditimbulkan. Semoga artikel diatas dapat diterapkan  dalam lingkungan sekolah sehingga dapat memberi efek jera kepada pelaku bullying.

Jika anda punya saran yang lebih baik dari pemaparan di atas, silahkan berkomentar di bawah ini. Agar kami lebih menyempurkan tulisan kami.
Related Posts

Related Posts

Posting Komentar