Jomblo atau Jomlo? inilah sejarah dan pekembangannya

Kamu Jomblo ya? Jujur aja, gak apa-apa kok...!

Jomblo atau jomlo adalah bahasa yang dipakai untuk membully kaum yang belum punya pasangan. Kedengarannya biasa aja sich menurut saya, meskipun saya sendiri seorang Jomblo (Maaf, saya bukan promosi).
Jomblo atau Jomlo? inilah sejarah dan pekembangannya
Jomlo sendiri berasal dari bahasa sunda yaitu dagangan yang tidak laku. Awalnya kata jomlo hanya ditujukan kepada wanita yang tidak laku.

Ya, meskipun dulu perempuan dianggap sebagai barang dagangan, tapi tidak etis juga jika harus disematkan kepada perempuan yang belum memiliki pasangan. Meskipun di sulawesi selatan masih banyak orang yang menganggap tradisi uang panaik itu seperti "dagangan' saking tingginya nilainya.
Mungkin ini salah satu penyebab tingginya populasi jomblo di indonesia, ketidaksanggupan yang tidak bisa dipaksa. Jika memaksa harus dengan cara apa?

Tapi, perlukah pemerintah mengeluarkan aturan sebagai wujud keberpihakan pemerintah terhadap ketidakadilan sosial yang didapat oleh kelompok minoritas "Jomblo" ini?

Di masa Kekhilafahan Ustmani. Aturan ini pernah diterapkan. Anak muda yang telah berumur 25 tahun namun belum menikah. Maka Negara yang akan menanggung seluruh biayanya. Kalau belum memiliki pekerjaan, Negara pulalah yang berkewajiban untuk memfasilitasi.

Sekarang malah terasa kontras. Sudah adat pernikahan membelenggu, Pemerintah juga tidak sama sekali memberikan tunjangan.

Perluasan Makna Jomblo

Dalam kajian sosiolingustik ada yang disebut peyorasi(penyempitan makna) dan Ameliorasi(perluasan makna).

Pada perkembangannya pemaknaan terma Jomblo pun mengalami pasang surut. Tidak ada soal dengan itu.

Belakangan, Barisan para Jomblo dalam stratifikasi sosial disematkan sebagai "The Other". Mereka dianggap sebagai masyarakat kelas kedua. Subordinasi. Kata jomblo mengalami perluasan makna sebagai orang yang belum memiliki pasangan baik laki-laki maupun wanita.

Konsekuensinya, Jamaah jomblo ini sering menjadi korban "Bully". Mereka kerap dikucilkan di dalam gosip di lingkaran emak-emak.

Artinya Jomlo masa kini sudah jauh dari makna awal yang hanya disematkan kepada wanita saja. Karena Pengucapan dalam bahasa indonesia pake huruf B, maka familiarlah kata "Jomblo". Jomlo benar-benar sudah searti dengan ‘orang yang melajang’. Orang yang memilih sendiri berarti ‘pilihan hidup’ karena belum mau punya pasangan. Jadi, jika dikatakan jomblo itu adalah nasib, itu tidak bisa dibedakan dengan memilih sendiri masih lebih baik, karena kedua sama-sama pilihan hidup.

Bagaimana, Mau jadi Jomblo atau Jomlo? tentukan pilihan anda.

0 Response to "Jomblo atau Jomlo? inilah sejarah dan pekembangannya"

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan topik pembahasan...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel